You are currently browsing the monthly archive for Januari 2008.

Kabul adalah ibukota Afghanistan, negeri yang terluka karena perang. Tapi di sini aku ga akan cerita panjang lebar tentang Kota Kabul itu. Inilah yang akan aku tulis.

Tadi siang, aku ngurusin pendaftaran buat wisuda. Sesuai petunjuk dari temen, hal yang pertama dilakukan adalah pergi ke Perpustakaan Pusat UI (perpus pusat) buat minta Surat Bebas Pinjam. Menurut cerita dari temen juga, biasanya kalo menjelang wisuda begini emang banyak anak-anak dari seluruh fakultas di UI yang mau diwisuda pada minta surat itu ke perpus pusat. Mendengar kenyataan itu, sebelum pergi ke perpus pusat, sekilas muncul harapan iseng buat ketemu seseorang dari fakultas lain yang menurut dugaanku dia juga lulus semester ini. Yah, ga terlalu berharap sih, lha wong mahasiswa yang mau lulus banyak dan juga kemungkinan untuk datang ke perpus pusat pada waktu yang bersamaan dengan dia juga kecil, mengingat rentang waktu pendaftaran wisuda yang udah lewat beberapa hari dan juga masih ada beberapa hari sebelum ditutup. Tapi apa yang terjadi, kawan? Harapan itu terkabul. Tepatnya ketika aku udah selesai dari urusan di perpus pusat dan berniat hendak meneruskan menyelesaikan urusan pendaftaran di fakultas. Eh, di jalan keluar perpus pusat ketemu deh. Aku lagi jalan keluar, dia hendak masuk. Bertegur sapa, dan ngobrol sebentar sambil jalan berlawanan arah.

Selesai ngurus-ngurus di fakultas (eh belum selesai ding, masih kurang fotonya), pulang lah aku menuju kost. Tapi sebelumnya, mampir dulu ke Masjid UI (MUI) buat sholat Ashar. Selesai sholat, harapan itu muncul lagi sekilas. Dan apa yang terjadi, kawan? Bener, ketemu lagi. Kali ini jalan searah, sama-sama keluar dari MUI, jalan di jalanan sisi danau UI, dan menuju ke arah Pondok Cina. Sempet ngobrol lagi. Tapi di sisi jalan yang berseberangan, aku di sisi kanan jalan, dia di sisi kiri jalan. Kalo saat itu dia ga bareng sama temennya, mungkin aku udah nyeberang buat jalan di sebelahnya, dan ngobrol lebih banyak. Tapi karena dia bareng temennya, jadi ya aku minta izin buat jalan duluan.

Kenapa kok aku sampe berharap ketemu dia? Ga tau juga sebenarnya. Cuma kangen aja, pengen ketemu dia lagi aja. Sebelumnya, baru ketemu dua kali, di masjid kampusnya orang lain dan di perpustakaan fakultasnya (hei, sebuah kebetulan lagi, bukan? Selalu ketemuan di sekitar masjid dan perpustakaan). Yang aku suka dari dirinya, kalo dia lagi berdebat sama temennya, ngotot.

Ya, semoga ntar di wisuda di balairung UI juga ketemu lagi. Seperti yang dia bilang dua kali waktu ketemu di perpus pusat dan di jalan keluar MUI, “Ntar kita wisuda bareng ya, Nizar?”, yang kujawab, “Yup.”

Hari pertama di 2008.

Malam pergantian tahun diwarnai hujan, dan pastinya berbagai acara. Bermacam acara diadain buat menyambut tahun baru. Kayak Si Bro yang mabit di masjid, atau Si Bro satunya lagi yang baca buku buat mecahin rekor baca buku setahun tanpa henti, atau 2 orang temen sini yang berencana liat kembang api dari lantai atas, atau temenku satu lagi yang kerja lembur tapi nyempetin diri buat liat kembang api perayaan tahun baru di Monas, berhubung kantornya depan Monas.

Gimana dengan perayaan malam tahun baruku? He10x…Jam 11 malam rasa kantuk menyerangku, ya udah tidur aja. Sempet denger sih letusan-letusan kembang api sama suara-suara terompet di luar, plus suara-suara 2 temenku yang terkagum-kagum ngeliat kembang api di luar lantai atas. Memang dari atas sini keliatan banyak kembang api bertaburan, bahkan dari jam 9-an malam udah bermunculan kembang api yang aku liat dari jendela.

Seperti yang pernah ditulis di sini, sebelum-sebelumnya aku ngelewatin malam tahun baru di Tegal. Malam tahun baru pertama kalinya di Jakarta malah tidur. He10x…

Mungkin yang paling berbeda dan berasa dari malam-malam tahun baru yang aku lalui itu waktu tahun baru 2006. Waktu itu pas nganterin Nenek berangkat naik haji, pas malam tahun baru. Kumpul di rumah Nenek habis maghrib. Baru jam 10-an rombongan jalan menuju Polres Kota Tegal, tempat kumpul para jamaah haji sebelum diberangkatkan ke Solo. Pendataan dan pengurusan-pengurusan (ga tau apaan) dilakukan di halaman depan Polres. Sampe jam 12-an belum selesai. Jadilah kita sekalian malam tahun baruan di situ. Pas jam 12 kemeriahan terjadi. Suara terompet berkumandang, kembang api dari alun-alun Kota Tegal keliatan sampe sini. Menjelang jam 1 pagi baru jamaah haji diberangkatkan ke Solo. Dan kita sekeluarga makan bersama beralas tikar di taman depan Polres yang dulunya bekas alun-alun. Kebersamaan bersama keluarga di malam tahun baru. Pulangnya bareng orang-orang yang habis tahun baruan di alun-alun. Jalanan rame. Belum pernah liat jalanan Tegal serame itu.

OK deh. Selamat menjalani hari-hari 2008.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.