Sehari setelah gajian (eh dua hari ding, karena gajian dimajuin sehari) bulan Oktober 2010, siang hari menjelang sore, Si Biker (SB) melajukan kendaraannya untuk hunting jas hujan. Berhubung sekarang sudah masuk musim hujan, dan gara-gara hujan SB sering menunda waktu pulang kantor menunggu hujan reda.

Singkat cerita, masuk lah SB ke sebuah toko aksesoris motor di bilangan Jalan Raya Bogor. Disambutlah SB oleh 2 makhluk manis bagai seorang raja. Pembeli kan raja? Apalagi siang itu di dalam toko hanya ada SB dan 2 pelayan cantik itu.

SB: “Yang ini berapa harganya, Mba?”

Mba Manis 1 (MM1): “120 ribu. Yang ini aja, Mas, *50 ribu. Harga pasnya *00 ribu.”

SB: (pura-pura ngecek kualitas bahan jas hujan seharga *00 ribu, dalam hati bergumam dan berpikir, “Mahal juga ya? Kalo motor gw ninja baru deh pantes beli yang ini. Lagian keknya jarang kepake. Semoga jangan sering-sering dipake.”)

SB: “Yang ini aja deh, Mba” (sambil nunjuk yang harganya 120 ribu, dan mencoba mengenakannya) “Tadi berapa harganya?” (pura-pura lupa harga, dan bersiap nawar 100 ribu)

MM1: “Harga pasnya 75 ribu”

SB: (dalam hati, “Bujug, jauh banget masang harga awal. Untung gw belum nawar 100 ribu.”) “OK deh. Ini aja, Mba”

Mba Manis 2 (MM2): “Ada lagi, Mas? Box-nya mungkin”

SB: “Motor saya ga pantes dipasangin box, Mba”

MM2: “Motornya lucu”

SB: “Motor keren, Mba”

MM2: (selesai membungkus jas hujan pilihan SB) “Silakan, Mas, jas hujannya”

SB: “Makasih, Mba”

Barang didapat, SB pun melajukan motornya untuk pulang ke rumah. Baru sampai di pertigaan Cibubur, hujan turun dan makin deras. Maka menepilah SB di depan Pasar Cibubur.

“Waktunya cobain jas hujan baru nih. Baru beli langsung kepake. Mantap”

Di bawah atap teras gedung pasar ada beberapa motor yang berteduh. Setelah mematikan mesin motornya, SB mengambil jas hujan yang baru dibelinya dari bagasi. Kemudian mulai dipakainya. Di sebelah SB, ada juga seorang bapak (BP) yang sedang memakai jas hujan transparan model batman miliknya.

SB baru memakai jas hujan bagian atas, sedang berusaha memakai bagian bawahnya (celana). Sementara itu, BP sudah siap meluncur dengan jas hujan terpakai di badannya. BP tiba-tiba menyahut.

BP: “Berhenti…” (mengomentari hujan yang tiba-tiba reda)

SB: “Hahaha… Tanggung lah, Pak”

SB pun telah lengkap dengan kostum hujannya, dan kemudian meluncur dengan kondisi hujan telah reda. Tapi tak berapa lama kemudian dilepasnya dan dimasukkan lagi ke dalam bagasi karena melihat jalanan di depannya kering.

Akhirnya jas hujan itu benar-benar terpakai sore harinya ketika SB menerjang derasnya hujan, jalanan yang banjir, dan kemacetan panjang demi mengantar adik iparnya untuk kembali ke daerah tempat kerjanya. Tak sia-sia memang, baru saja dibeli langsung berguna banyak.